Ini Alasan Dua Tahanan BNN Kabur ke Malaysia

Sunday, May 10, 2015 | comments

http://harianmetro1.blogspot.com
JAKARTA, KOMPAS.com -- Dua dari sembilan tahanan Badan Narkotika Nasional yang sempat kabur itu berhasil ditangkap kembali di Rawang, Malaysia. Dua tahanan tersebut adalah Hamdani dan Abdullah yang juga merupakan otak dari upaya melarikan diri komplotan itu.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Deddy Fauzi mengungkap alasan kemungkinan dipilihnya Malaysia sebagai negara pelarian mereka. Deddy mengatakan, komplotan Hamdani dan Abdullah yang berasal dari sindikat Aceh memiliki hubungan erat dengan Malaysia.
"Karena mungkin kalau dia ke Malaysia dia banyak teman-temannya di sana. Karena sindikat Aceh ini kan dekatnya dengan sindikat Malaysia. Sindikat Aceh kan selalu ambil barangnya di Malaysia," ujar Deddy di kantor BNN, Sabtu, 9 mei 2015.

Deddy mengatakan hal tersebut pun menimbulkan kendala sendiri untuk BNN. Sebab, kata Deddy, tidak mudah untuk menangkap warga negara Indonesia yang sedang berada di negara lain. Indonesia harus memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan negara tersebut. Kendala itu pulalah yang membuat BNN cukup kesulitan menangkap tahanan yang kabur tersebut.

"Kendalanya waktu, tenaga, pikiran, harus bekerja sama dengan negara lain. Lobi-lobi kita bagaimana. Tidak mudah menangkap warga di negara lain itu tidak mudah kalau kita tidak punya hubungan kerjasama yang baik," ujar Deddy.
Badan Narkotika Nasional berhasil menangkap kembali sembilan dari 10 tahanan yang sempat melarikan diri dari BNN pada Maret lalu. Tidak hanya itu, BNN juga menangkap empat orang yang membantu para tahanan untuk melarikan diri.
"Hutang BNN sudah kita bayar, yang melarikan diri 10, alhamdulilah 9 sudah kita tangkap. Yang membantu pun itu sudah kita tangkap," ujar Deddy.

Deddy mengatakan mereka ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda-beda. Dari kesembilan orang itu, dua tahanan yang bernama Franky dan Erik sudah diserahkan ke Kejaksaan. Tujuh tahanan lain yaitu Hasan Basri, Samsul Bahri, Apip Apriansah, Husen, Harry Radiawan, Hamdani, dan Abdullah.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas BNN Komisars Besar Slamet Pribadi, dalam konferensi pers di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa, 31 maret 2015 mengatakan, tahanan yang kabur berasal dari jaringan Aceh dan juga pengedar yang ditangkap di Pemakaman San Diego Hills. Para tersangka jaringan Aceh ini ditangkap atas peredaran narkoba jenis sabu seberat 77,3 kilogram pada 15 Februari 2015.
Penulis: Jessi Carina
Editor: Bayu Galih
http://megapolitan.kompas.com/read/2...ur.ke.Malaysia
Sumber: http://adf.ly/1GpV8A

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Harian metro1 Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger