Ini Dua Nama yang Dikabarkan Pantas Mengantikan Imam Nahrawi sebagai Menpora

Wednesday, May 6, 2015 | comments

http://harianmetro1.blogspot.com
Perserteruan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kian hari kian meruncing. PSSI yang menyadari keadaan darurat setelah FIFA mengirimkan surat tanggal 4 Mei lalu yang berisikan ancaman jika kemelut dengan kemenpora tak selesai sampai tangal 29 Mei maka FIFA tak segan mengjatuhkan sanksi terhadap persepakbolaan Indonesia.

Menyadari hal itu (jika sanksi turun) akan berpengaruh besar terhadap perkembangan sepakbola Indonesia, Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti bersama beberapa jajarannya mendatangi kantor Kemenpora, Rabu, 5 mei 2015 dengan tujuan untuk menyampaikan surat dari FIFA tersebut. Apalagi, dalam surat yang sama FIFA memerintahkan PSSI untuk menyampaikan surat tebusan itu kepada lembaga yang dipimpin Imam Nahrawi.

Namun, entah apa yang ada dalam benak politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, para pengurus PSSI yang sudah menunggu sekitar 46 menit di Lobby kantor Kmenpora tak jua ditemui atau disuruh naik ke ruanggannnya. Padahal, Imam Nahrawi saat itu berada di ruangannya, dan itu terlihat adanya mobil dinas dan motor pengawal yang diparkir dibelakang gedung.

Kontan saja, publik sepakbola Indonesia pun menyayangkan sikap Menora Imam Nahrawi yang terkesan ingin memelihara konflik dengan kepengurasan baru PSSI. Tuntutan resufel dikalangan stakholder sepakbola pun kian menguat.
"Resufel saja, Cita-cita untuk membenahi PSSI kelihatannya sekali hanya suatu niat untuk membuat gaduh. Setelah menjabat menpora, belum menghasilkan prestasi apapun," kata ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Johar Ling En kepada VOICE OF JAKARTA.

Kabar yang didapat VOICE OF JAKARTA dikalangan para politisi Senanyan, dua nama yang pantas menjadi pengganti Imam Nahrawi adalah Maruarar Sirait, Rieke Diah Pitaloka. Dua politisi PDI-P itu dinilai sangat layak mengantikan Imam Nahrawi sebagai Menpora.

Maruarar Sirait lahir di Medan 23 Desember 1969 dan sangat konsen dengan organisasi kepemudaan. Dan terkenal dekat dengan beberapa tokoh kepemudaan, apalagi pria yang akrab dipanggil Ara itu pernah menjadi ketua Taruna Merah Putih yaitu organisasi sayap PDIP.

Begitupun dengan Rieke Diah Pitaloka. Wanita kelahiran Garut Jawa Barat ini sangat kental dengan perjuangannya selama menjadi anggota DPR-RI Komisi IX. Wanita jebolan Universitas Indonesia itu pun sangat konsen dengan perkembangan kepemudaan dan atlit dengan menjadi Dewan Penasihat Komite Nasional Atlet dan Pelatih Indonesia (Komnas API).

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Harian metro1 Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger