Kartu Kredit, Menduduki Peringkat Tertinggi Pengaduan Konsumen

Thursday, May 7, 2015 | comments

http://harianmetro1.blogspot.com
JAKARTA -- Berdasarkan laporan keluhan konsumen yang diterima sepanjang 2014, pengaduan jasa keuangan perbankan menduduki peringkat tertinggi dengan 210 pengaduan. Hal tersebut disampaikan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Di tahun 2014, YLKI memeroleh keluhan konsumen sebanyak 1992 dengan pengaduan terkait jasa keuangan menduduki ranking pertama. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur YLKI Sudaryatmo dalam Diskusi Publik Usulan Masyarakat Sipil untuk Penyusunan RUU Perbankan 2015 yang diselenggarakan Koalisi Responsibank di Hotel Akmani, Jakarta, Rabu, 6 mei 2015.

Setelah pengaduan terkait perbankan, keluhan tentang permasalahan perumahan sebanyak 157 pengaduan antara lain pengembang ingkar janji dan keterlambatan serah terima unit bangunan.

Ia juga mengatakan 10 besar bank bermasalah adalah Bank Mandiri dengan 32 pengaduan, Bank Mega dengan 25 pengaduan, Bank CIMB Niaga dengan 18 pengaduan dan Bank Danamon dengan 17 pengaduan.

Lebih lanjut ia mengatakan dari 210 permasalahan perbankan yang diterima YLKI, sebanyak 50% merupakan permasalahan terhadap kartu kredit dengan 105 jumlah pengaduan. Kemudian, diikuti pengaduan terkait masalah pinjaman sebanyak 33 dengan persentase 15,7%. Selain itu, pengaduan terkait anjungan tunai mandiri sebanyak 19 keluhan atau sebesar 9 persen dan total pengaduan tabungan sebanyak 10 atau 4,8%. Ia mengatakan pada 2011 total pengaduan konsumen sebanyak 525 dengan pengaduan pelayanan jasa keuangan sebanyak 147 laporan atau sebesar 28%.
"Ini berarti dari sekitar 100 pengaduan yang masuk ke YLKI, sebanyak 28 pengaduan itu merupakan pengaduan jasa keuangan," ujarnya. Data keluhan itu, lanjutnya, dapat menjadi indikator perlindungan keuangan bagi konsumen. "Indikator perlindungan keuangan suatu negara dapat diukur dari kebiasaan mengeluh," katanya.

Sudaryatmo mengatakan pengaduan di YLKI ini terbagi dua dari media sosial dan pengaduan yang ingin ditindaklanjuti di mana konsumen mengisi formulir pengaduan.

Pengaduan konsumen terkait pelayanan jasa lingkungan antara lain adanya persyaratan tambahan yang harus diterima nasabah yang tidak diberitahukan sebelum mendaftar menjadi nasabah.
"Konsumen sudah pada posisi tidak adil ketika mereka menerima persyaratan di perbankan dan mereka mengetahuinya setelah menjadi nasabah," tutupnya.

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Harian metro1 Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger