Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah: #JusticeForAudrey

Tuesday, April 9, 2019 | comments

Hai,

Saya baru saja menandatangani petisi "Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah: #JusticeForAudrey" dan ingin tahu apakah Anda dapat membantu dengan menambahkan nama Anda.

Tujuan kami adalah untuk mencapai 1.000.000 tanda tangan dan kami membutuhkan dukungan lebih banyak. Anda dapat membaca lebih banyak petisi dan menandatanganinya di sini:

http://chng.it/qtfwJLPBbk

Terima kasih!
Yubhar

Keterlaluan, nenek 59 tahun jadi mucikari PSK berumur

Friday, May 15, 2015 | comments

Merdeka.com -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mengamankan seorang wanita berusia 59 tahun yang berprofesi sebagai mucikari. Kepala Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara Budi Santoso mengatakan nenek berinisial SH itu diamankan bersama dua pekerja seks komersial, yakni SR (49) dan TN (44) di Jalan Provinsi Kilometer 10. "Dua PSK yang bekerja dengan SH ikut terjaring razia, juga sudah berumur," katanya kepada antara, Kamis, 14 mei 2015.

Dia menambahkan, penggerebekan ini dilakukan setelah menindaklanjuti laporan warga. Selain mengamankan mucikari dan dua PSK, Satpol PP Penajam juga mengamankan 18 botol anggur hitam, 12 botol bir putih dan satu botol jamu kuat. "Setelah dilakukan pemantauan dan diyakini di tempat itu terdapat aktivitas PSK, kami langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan mucikari dan dua PSK tersebut," tambah Budi.

Sebelum Satpol PP melakukan penggerebekan, warga setempat sempat menggerebek tempat tersebut pada malam hari. Namun tidak menemukan PSK, karena aktivitas dilakukan pada siang hari. Bahkan, kedua PSK tersebut telah diberikan teguran kedua karena sudah dua kali terjaring razia. "Jika masih melakukan pelanggaran atau beroperasi sebagai PSK, mereka akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing," ujarnya.

Saat diperiksa, kedua PSK itu mengaku memasang tarif Rp100.000 untuk sekali kencan dan pelanggan mereka juga rata-rata sudah berusia lanjut. SR mengaku, mengawali pekerjaan sebagai PSK setelah ditinggal mati suaminya. "Saya sudah bertahun-tahun bekerja seperti ini dan dalam satu hari, kadang hanya satu pelanggan, bahkan kadang sampai dua hari tidak ada pelanggan dan semua pelanggan yang datang tua- tua dan tidak ada anak muda," ungkap SR saat diperiksa. (mdk/eko)
Sumur (m.merdeka.com)
Sumber: http://adf.ly/1HBlVW

Tabrak Tembok Beton, Pemain Muda Argentina Meninggal

| comments

KOMPAS.com - Pemain muda Argentina, Emanuel Ortega, meninggal dunia pada Kamis (15/5/2015) pagi waktu setempat, setelah mengalami cedera kepala serius. Ortega mengalami cedera tersebut saat tampil membela San Martino Burzaco pada pertandigan lanjutan Primera C melawan Juventud United, di Estadio Francisco Boga, Selasa (5/15/2015).

Pada sebuah momen, Ortega yang sedang membawa bola di pinggir lapangan ditabrak oleh salah satu pemain lawan. Tubuh Ortega kemudian kehilangan keseimbangan dan kepalanya membentur dinding beton yang berada di tepi lapangan. Pascainsiden tersebut, Ortega sempat menjalani dua kali operasi patah tulang tengkorak pada pekan lalu. Namun, nyawa Ortega tidak tertolong lagi.

Manajer San Martin, Cristian Ferlauto, mengkritik adanya tembok beton yang hanya beberapa meter dari pinggir lapangan. "Tembok tersebut hanya beberapa meter dari garis lapangan. Itu gila. Tidak ada perlindungan. Pengamanan hanya memikirkan suporter dan membuat pagar tinggi agar mereka tidak bisa melempar batu. Namun, ada sesuatu yang lebih penting," tegas Ferlauto.

Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) memutuskan membatalkan menggelar pertandingan pada akhir pekan ini sebagai bentuk simpati atas meninggalnya Ortega. "Perpisahan yang menyedihkan. Sepak bola Argentina akan memakai pita hitam untuk Emanuel dan menemani keluarga dan rekannya dalam masa berkabung," jelas AFA dalam pernyataan resminya.
(bola.kompas.com)
Sumber: http://adf.ly/1HBi8r

Sepatu Buatan Tangerang Ini Dipakai Seleb Hollywood Hingga Raja Arab

| comments

Indonesia terkenal sebagai produsen sepatu kelas dunia. Berbagai sepatu bermerek terkenal diproduksi di dalam negeri, mulai dari Oakley hingga Dolce Gabbana. Salah satu produsen sepatu merek terkenal adalah PT Anggiomultimex yang terletak di kawasan Tigaraksa, Tangerang. Pemilik Anggiomultimex, Subagyo Lembono, mengatakan selain dapat kontrak memproduksi sepatu merek terkenal, perusahaan beromzet Rp 500 miliar per tahun ini juga punya merek sendiri yang digemari orang asing. "Kita punya produk MBT (Masai Barefoot Technology). Selebritas dunia banyak yang pakai, dan kemarin juga di 2012 seluruh keluarga kerajaan Arab pakai produk dari kita," ujarnya ketika ditemui di pabriknya, Kamis, 14 mei 2015.

Ia mengatakan, produksi sepatu di perusahaannya mencapai 250.000 pasang tiap bulan. Hasil produksinya sebanyak 90% dikirim ke luar negeri dan sisanya untuk konsumsi dalam negeri, tapi hanya merek mereka sendiri yaitu Aix Aggio dan Lines. "Ekspornya hampir ke seluruh dunia," katanya.

Pabrik yang terletak di Tangerang ini mempekerjakan 2.000 orang yang seluruhnya warga negara Indonesia. Perusaaan yang berdiri sejak 1991 ini melakukan seluruh produksi sepatu dari awal sampai akhir. "Mulai dari pembuatan pola desain semuanya diserahkan kepada kita. Jadi ada dua cara pelanggan minta pembuatan sepatu. Pertama dia sudah punya standar dan tinggal diikuti, dan yang kedua kita mengusulkan desain," ujarnya.
http://finance.detik.com/read/2015/0...f991104topnews
Sumber: http://adf.ly/1HBcpI

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Harian metro1 Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger